Pengagum Rahasia
Hei kamu yang ada disana
Entah puisi apa lagi yang harus kurangkai
Aku mengerti akan ada pelangi setelah hujan
Akan ada siang dan ada malam
Sampai kapan rasa ini tetap bertahan?
Ini semua mustahil bukan
Hanya sebuah angan yang tak dapat tersampaikan
Hanya sebuah angan yang tak dapat tersampaikan
Ingin ku ungkapkan perasaan di hati
Namun apa daya diri ini tak pernah berani
Diri ini tak sanggup kau menjauh
Atau malah menjadi musuh
Munafikkah aku jika ku mengatakan tidak menyukaimu
Sungguh
Tuhan…
Jika rasa ini tak terbalas olehnya
Bahagiakan dia dengan wanita pilihannya
Karena ku tak ingin ada stetes pun air mata yang jatuh di
pipinya
Meski kau bukan milikku
Meski bukan aku yang menghadirkan senyum itu
Lantas salahkah aku jadi pengagum rahasiamu
Kau tidak pernah tahu rasanya jadi aku
Ya jadi aku si pengagum rahasiamu
Sehingga untuk merasakan cintaku pun tak mampu bagimu
Aku disini selalu berharap kau kan mengerti akan rasa ini
Berpikir dan berkhayal kau bisa menjadi seseorang yang berarti
Berarti bagiku
Mewarnai hari-hariku
Menjadi semangat dalam hidupku
Tuhan…
Ku tahu Kau Maha Tahu
Ku yakin kau mendengar jeritan hati ini
Biarkan rasa ini bersemayam di hatiku
Meski terasa perih buatku
Tuhan…
Meski terasa perih seolah tegar ku iklhaskan
Meski terasa sakit bagiku inilah pengorbanan
Hei..
Lihat aku
Aku disini untukmu
Sadari kehadiranku
Aku disini menyayangimu
Bukan dia
Sadarkah kau
Betapaku mengagumimu dalam diam
Menangisimu setiap malam
Dan merinduimu dalam keramaian
Aku bukanlah seorang gadis yang dikagumi banyak pria di dunia
ini
Aku tak berharap memiliki kesempurnaan disemua mata lelaki
Yang aku ingin hanyalah
kesempurnaan di matamu
Tolong sadari cintaku
Semoga kau bisa merasakan maksudku yang terpendam